Sabtu, 31 Januari 2015

Rumah Pertama Yang Hebat

Diawali dengan berdo'a di pagi hari kita berangkat ke tempat kerja sebagai rumah kedua. sejuta harapan terdaftar di pikiran hendak diraih. selalu terkenang lambai tangan beserta senyuman Istri dan anak melepas kepergian kita. Subhanalloh mereka orang-orang yang luar biasa telah memotivasi kita untuk terus bergerak menjadi Manusia yang lebih baik memerankan perannya sebagai Imam.










Begitupun saat kita sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja, rasanya tak sabar sangat ingiiiiiiiiiiiiinnn segera tiba di rumah. suasana kebersamaan bersama keluarga itu memang menyenangkan dan ngangenin. apa lagi saat senyum anggota keluarga kita menyambut di depan rumah ditambah reaksi anak-anak kecil yang polos lari memburu pelukan sayang seorang ayah. Ooohh Tuhan betapa senang dan bahagianya hingga lelah dan penat yang ada seketika terobati dan hilang.

Saya pikir tidak berlebihan bila kita bertekad membuat orang-orang yang menyangi kita tersenyum bahagia dan bangga karena usaha kita. Anggap saja itu adalah langkah dan upaya merealisasikan Rumahku Surgaku. walau bagaimanapun rumah pertama kita sangat berperan penting dalan eksistensinya pada rumah kedua yakni tempat kita bekerja baik di kantor atau dilapangan.





Tidak jarang saat kita punya masalah di rumah pertama, kadang lupa mengontrol dan terbawa ke tempat kerja. Pagi-pagi baru saja tiba di kantor udah uring-uringan jeleknya bawahan yang jadi pelampiasan amarah karena salah sedikit marah laksana sewot badai. Gak konsentrasi, hilang semangat dan emosi gak karuan lainnya. Ujung-ujungnya malah timbul masalah masalah baru intra personal di kantor, yah jadilah suasana di kantor atau tempat kerja jadi berantakan. 

Saat situasi di tempat kerja sudah demikian, bawaannya tentu serasa di neraka. pulang ke rumah juga sudah terbayang tekanan tekanan masalah dan masalah. akhirnya cari pelarian ke tempat-tempat yang makin membuat kita gak karuan yang bisa melupakan masalah sementara tapi menimbulkan problem yang lebih besar, dugem, rumah bordir atau tempat minum dan mabuk-mabukan oplosan ujungnya tambah masalah baru harus berurusan sama pihak berwajib karena terjaring razia.

Situasi yang sangat buruk masalah di kantor terbawa ke rumah. tiba di rumah lelah dan cape tiba tiba anak anak minta uang jajan, istri minta buat belanja, maka spontan kita marah sangat besar bentak anak-anak tempeleng istri keluar kata-kata kotor. 

Kita berlindung semoga selamat dari situasi tersebut di atas. mari kita lebih bersemangat tak berhenti belajar belajar dan belajar menyikapi masalah dengan profesional. Family & Company Outing HDG dengan dikolaborasi dengan Outbound di Garut yang fokus untuk pelatihan motivasi karyawan dan brainpower, akan membantu anda mengurai dan memperbaiki situasi-situasi kurang baik seperti tersebut diatas melalui rangkaian agenda yang tersesusun proporsional dengan eksen profesional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates